Komunitas Seni Nan Tumpah bekerja berdasarkan program-program yang telah disusun pada tahun sebelumnya. Berikut adalah beberapa program rutin Komunitas Seni Nan Tumpah:
Nan Tumpah Akhir Pekan

NAN TUMPAH AKHIR PEKAN adalah program diskusi dan pemutaran film (nonton bareng) film-film produksi sineas muda Sumatera Barat yang diadakan setiap akhir pekan (Sabtu dan/atau Minggu) di sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah. Sampai dengan tahun 2023, setidaknya sudah ada puluhan diskusi seni yang melibatkan beberapa personal pegiat seni, pemerhati budaya, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang diselenggarakan. Selain itu, juga telah beberapa kali melakukan pemutaran film karya sineas muda Sumatera Barat.
Program ini digagas dilandasi oleh niatan untuk menjadikan Nan Tumpah Arena (ruang latihan dan produksi yang dimiliki Komunitas Seni Nan Tumpah) sebagai laboratorium pertemuan gagasan para pegiat dan penikmat film. Sejauh pengamatan kami, dinamika perkembangan perfilman di Sumatera Barat menunjukkan geliat yang menarik. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya film-film independen yang diproduksi oleh kalangan sineas muda Sumatera Barat dan semakin banyak pula film-film karya sineas muda tersebut yang diputar di festival-festival bergengsi baik di tingkat Nasional maupun Internasional.
Namun, hal tersebut tidak dibarengi dengan semakin banyak pula ruang-ruang pemutaran dan diskusi film. Hal tersebutlah yang membuat pada tahun 2018 kami mencanangkan program ini dan membuka Nan Tumpah Arena sebagai ruang milik bersama demi menambah hidup geliat perfilman Sumatera Barat.
Ke Rumah Nan Tumpah

Ke Rumah Nan Tumpah merupakan program rutin Komunitas Seni Nan Tumpah yang telah berlangsung sejak 2017, sejak pertama kali Nan Tumpah berumah di sini, di Korong Kasai. Program ini dirancang sebagai ruang dialogis antara seni dan masyarakat, dengan harapan seni dapat hadir dan tumbuh bersama konteks sosial serta lingkungan tempat ia berpijak.
Nan Tumpah Masuk Sekolah

NAN TUMPAH MASUK SEKOLAH adalah program pementasan dan pelatihan teater yang diselenggarakan Komunitas Seni Nan Tumpah di sekolah-sekolah menengah yang ada di Sumatera Barat. Program ini dirancang dengan niat untuk memperkenalkan teater, manfaat teater, dan fungsi teater kepada remaja. Para remaja sebagian besar tidak pernah menonton teater di ruang-ruang pertunjukan, atau bahkan tidak mengenal bagaimana sesungguhnya teater tersebut, sebab itu Komunitas Seni Nan Tumpah menghadirkan pertunjukan teater langsung di lingkungan sekolah mereka.
Selain itu, program ini juga bermaksud untuk membangun iklim penonton baru seni pertunjukan yang ada di Sumatera Barat. Kami menyadari bahwa teater bukanlah salah satu bentuk kesenian yang banyak dirangkul publik usia muda. Mendatangi sekolah-sekolah mereka adalah salah satu jalan yang ditempuh untuk mendekatkan anak-anak muda kepada teater yang pada akhirnya akan menciptakan penonton-penonton baru bagi pertunjukan-pertunjukan teater yang diselenggarakan di Sumatera Barat.
Pekan Nan Tumpah

Pekan Nan Tumpah adalah program penyelenggaraan festival seni dwitahunan yang dilaksanakan oleh Komunitas Seni Nan Tumpah sejak tahun 2011. Program ini digagas sebagai muara dari keseluruhan program yang telah diselenggarakan selama dua tahun sebelumnya dan juga sebagai ajang kolaborasi banyak pihak dari beragam bidang. Selain itu, festival ini juga digagas sebagai respon terhadap minimnya sebuah festival yang diselenggarakan oleh komunitas di Sumatera Barat. Festival seni yang digarap dan diselenggarakan dengan baik akan menciptakan iklim publik penonton festival yang loyal dan Pekan Nan Tumpah diselenggarakan dengan mempertimbangkan hal tersebut.
Bentuk kegiatan Pekan Nan Tumpah adalah pergelaran seni pertunjukan (teater, tari, musik), pameran seni rupa, lokakarya seni, parade band lokal, pergelaran seni tradisional, pertunjukan dongeng, dan bazaar produk UMKM. Capaian akhir dari Pekan Nan Tumpah adalah terbangunnya ekosistem seni yang terintegrasi dengan banyak komunitas, pegiat seni, pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat umum.
Sejak 2011, Pekan Nan Tumpah telah diselenggarakan sebanyak 6 (enam) kali dan telah meilbatkan puluhan kelompok seni dari berbagai daerah di Indonesia, ratusan perupa, puluhan band lokal, puluhan pegiat UMKM, dan ratusan relawan dari berbagai komunitas, instansi, dan individu yang turut membantu pelaksanaan Pekan Nan Tumpah.
Produksi Pertunjukan

Produksi Karya Seni Pertunjukan adalah salah satu program rutin Komunitas Seni Nan Tumpah. Setidaknya ada 2 (dua) karya seni pertunjukan yang diproduksi dan dipentaskan oleh Komunitas Seni Nan Tumpah. Karya seni yang dipentaskan bisa berupa karya teater, karya komposisi musik, karya musik puisi, maupun karya kolaborasi beragam bidang seni. Program ini dirancang sebagai bagian dari tujuan utama komunitas ini didirikan yaitu sebagai labor penciptaan karya seni dan ruang pembelajaran tata kelola seni. Selain itu, program ini juga dirancang sebagai usaha untuk menciptakan regenerasi sutradara, produser, aktor, komposer, dari anggota-anggota Komunitas Seni Nan Tumpah.
Kelana Akhir Pekan

Kelana Akhir Pekan atau Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan merupakan salah satu program pendidikan seni yang diinisiasi oleh Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) sebagai ruang tumbuh kreatif bagi anak-anak dan remaja di Nagari Kasang, Batang Anai, Padang Pariaman. Program ini lahir dari keyakinan bahwa seni bukan sekadar keterampilan, melainkan medium untuk membangun keberanian, kepekaan, daya imajinasi, serta ruang pertemanan yang sehat bagi generasi muda. Kelana Akhir Pekan adalah kolektif anak-anak dan remaja yang tumbuh bersama melalui proses belajar yang menyenangkan dan partisipatif. Setiap Kamis hingga Minggu, Ruang Temu Nan Tumpah menjadi ruang hidup tempat mereka menggambar, menari, bermain musik, berteater, menulis, berlatih silek, serta berbagi cerita. Di ruang ini, seni diposisikan sebagai sarana untuk bersuara, berteman, menjelajah pengalaman baru, dan membangun mimpi bersama melalui sudut pandang serta imajinasi mereka sendiri.
Program ini berada di bawah pendampingan wali kelas Desvy Sagita R. dan Srikandi Putri, bersama para mentor dari berbagai disiplin seni. Kehadiran mentor tidak hanya sebagai pengajar teknis, tetapi juga sebagai kawan belajar yang membersamai proses kreatif peserta. Kelana Akhir Pekan terbuka secara gratis bagi anak-anak dan remaja usia 5–18 tahun di Nagari Kasang dan wilayah sekitar sekretariat KSNT.

